Author: Elinus Waruwu
•Sabtu, Agustus 15, 2009
Topot Limbong sedang memimpin pemilihan.

Pemilihan Sintua Lingkungan Perlu Dibudayakan Pemilihan Sintua merupakan kaderisasi membangun budaya menjadi pengurus gereja di Stasi Santu Petrus Mela. Budaya kelangsungan regenerasi untuk masa 3 tahun ke depan di lingkungan itu sendiri. Maka Dewan Pastoral Stasi Inti (DPSI) harus menata pemilihan Calon Sintua sesuai 1). aturan, 2).petunjuk Pastor Paroki, 3).rapat pengurus, 4).kebijakan Dewan Pleno Stasi itu sendiri.

Memberdayakan umat lingkungan dengan cara pemilihan suatu keunggulan gereja setempat. Keputusan calon Pengurus baru dimulai dari akar lapisan bawah (lingkungan). Bila ada selama ini hanya aklamasi atau main tunjuk saja, di gereja katolik stasi St. Petrus Mela sungguh berbeda. Calon Sintua dijaring dari lingkungan sehingga mempunyai dasar dukungan umat berbasis lingkungan setempat. Dan itulah yang terjadi di Gereja Katolik Mela, 3 bulan sebelum habis masa periode sudah dimulai pemilihan, dua minggu berturut-turut diumumkan di gereja, dan diberi undangan resmi untuk setiap keluarga agar turut serta mengikuti dan berpatisipasi melalui acara pemilihan pengurus baru.
Budaya pemilihan pengurus baru (Sintua) di Mela itu sungguh berdasar, dirasakan umat setempat, sukses, dan berkesan (Kamis,6/8). Hal-hal yang terlaksana di lingkungan dilengkapi dengan Tata Acara Ibadat, dan Acara Pemilihan. Sintua dari lingkungan lain (bukan di lingkungan tersebut) bertugas memimpin acara. Acaranya sederhana, setelah lagu pembukaan disusul doa lalu bacaaan kitab suci dari Yunus 2:1-10 dan renungan singkat. Saat pemilihan Calon, diiringi lagu Madah Bakti Turunnya Roh Kudus.

Di lingkungan Simpang Tiga 1, bertugas 2 orang Sintua yaitu Topot Limbong, S.Ag dan P.Hutabarat. Pak Limbong pada renungan yang disampaikan kepada umat lingkungan itu, cerita singkat tentang Yunus dalam menjalani panggilan. “Yunus selalu bersyukur kepada Tuhan, sekalipun dia berada di perut ikan dalam situasi yang sulit, penuh masalah atau problem. Melalui kisah Yunus itu kita bisa belajar lewat pemilihan calon sintua. Ini dasar pemilihan yang kita laksanakan. Di mana kita masih melihat kesulitan untuk mencari orang yang mau menjadi pengurus/ Sintua. Maka, mari dalam pemilihan ini selalu ingat kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan dalam menggerakkan hati kita untuk memilih calon sintua lingkungan kita ini. Saya harapkan kepada umat yang terpilih nanti dengan suara terbanyak nanti, tidak menolak dan mau mengikuti panggilan Tuhan yang terpilih sehingga terwakili suara murni oleh suara umat pada pemilihan di lingkungan kita ini…“

Di Lingkungan Simpang Tiga 1 yang dihadiri 32 orang umat, terpilih Calon Sintua: Linus Elinus Waruwu (30 suara), Johannes C. Nadapdap (27 suara), dan Uskiman Habeahan (22 suara). Di lingkungan Simpang Tiga 2 yang dipimpin oleh Sintua yakni Bepo Tambunan dan S. Gulo dihadiri 41 orang umat terpilih Polmen Sitohang (35 suara), Harjon Manalu (35 suara), dan Ibu Fleriana Fau (21 suara). Sementara itu di Lingkungan Pintu Angin/ Panomboman yang dipimpin oleh Sintua Markus Sitanggang dan Junris Silaban berhasil memimpin acara pemilihan yang dihadiri 21 orang. Di lingkungan itu terpilih Ibu Jujur A. Marbun (15 suara), Contantinus K. Manalu (12 suara), Janner Tamba (10 suara), dan Ibu Hutasoit (10 suara).

Selanjutnya, budaya pemilihan Calon Sintua Lingkungan itu diteruskan hari Kamis (13/8). Dan berlangsung pemilihan Calon Sintua pada tiga lingkungan lainnya. yaitu di lingkungan Aek Lobu yang dihadiri 33 orang umat, terpilih Calon Sintua: Aloysius Junris Silaban (30 suara), Markus Sitanggang (28 suara), dan Robert Simarmata (14 suara). Lingkungan Jampalan Bidang yang dihadiri 24 orang umat, terpilih Persi Hutabarat (22 suara), Topot Limbong (22 suara),dan Ruslan Pasaribu (8 suara). Di Lingkungan Pancur Sikip yang dihadiri 25 orang umat, terpilih Beppo Tambunan (24 suara), Simoni Gulo (23 suara), dan Nicolaus Nosimano Waruwu (16 suara). Sukses!

Elinus Waruwu.

This entry was posted on Sabtu, Agustus 15, 2009 and is filed under , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: